Page 241 - Bibliospiritual Menemukan Makna Dalam Kata Terbaca
P. 241
Dengan begitu senangnya, lelaki tersebut mulai
memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan rejeki
nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas,
dilihatnya beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa
membuatkan beberapa rak untuk istrinya, karena istrinya
pernah mengatakan bahwa mereka tak punya tempat lagi
untuk menyimpan jambangan dan stoples.
Setelah membeli kayu seharga 30 dollar, dia pun
memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang. Di tengah
perjalanan dia melewati sebuah bengkel milik seorang
pembuat mebel. Tanpa sengaja mata pemilik bengkel yang
sudah terlatih itu melihat kayu yang dipanggul lelaki itu.
Kayunya indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal.
Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia
menawarkan uang 100 dollar kepada lelaki itu. Terlihat
ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun pengrajin itu
berusaha meyakinkannya dan menawarinya dengan mebel
yang sudah jadi agar dipilih lelaki itu. Kebetulan di sana ada
lemari yang pasti disukai istrinya. Sang laki-laki pun
akhirnya menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah
gerobak untuk membawa lemari itu. Dia pun segera
membawanya pulang.
Di tengah perjalanan menuju rumahnya dia melewati
perumahan baru. Seorang wanita yang sedang mendekorasi
rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki
itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita
terpikat dan menawar dengan harga 200 dollar. Ketika
lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan
tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju.
Kemudian mengembalikan gerobak ke pengrajin dan
beranjak pulang. Di pintu desa dia berhenti sejenak dan
ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh sakunya
228 | Bibliospiritual: Menemukan Makna dalam Kata Terbaca

