Page 245 - Bibliospiritual Menemukan Makna Dalam Kata Terbaca
P. 245
menjadi mahasiswa terpopuler karena kepintaran dan
ketampananku. Aku telah sukses dan kemudian aku
menikah dengan seorang gadis Indonesia dan menetap di
Singapura.
Singkat cerita aku menjadi seorang yang sukses, sangat
sukses. Tempat tinggalku sangat mewah, aku mempunyai
seorang anak laki-laki berusia tiga tahun dan aku sangat
menyayanginya. Bahkan aku rela mempertaruhkan
nyawaku untuk putraku itu.
10 tahun aku menetap di Singapura, belajar dan
membina rumah tangga dengan harmonis dan sama sekali
aku tak pernah memikirkan nasib Ibuku. Sedikit pun aku
tak rindu padanya, aku tak mencemaskannya. Aku
BAHAGIA dengan kehidupan ku sekarang.
Tapi pada suatu hari kehidupanku yang sempurna
tersebut terusik, saat putraku sedang asyik bermain di
depan pintu. Tiba-tiba datang seorang wanita tua renta dan
sedikit kumuh menghampirinya. Dan kulihat dia adalah
Ibuku, Ibuku datang ke Singapura. Entah untuk apa dan dari
mana dia memperoleh ongkosnya. Dia datang menemuiku.
Seketika saja Ibuku aku usir. Dengan enteng aku
mengatakan, “Hey, pergilah kau pengemis. Kau membuat
anakku takut !” Dan tanpa membalas perkataan kasarku,
Ibu lalu tersenyum, “Maaf, saya salah alamat”
Tanpa merasa besalah, aku pun masuk ke dalam
rumah.
Beberapa bulan kemudian datanglah sepucuk surat
undangan reuni dari sekolah SMA-ku. Aku pun datang
untuk menghadirinya dan beralasan pada istriku bahwa aku
akan dinas ke luar negeri. Singkat cerita, tibalah aku di kota
kelahiranku. Tak lama, hanya ingin menghadiri pesta reuni
232 | Bibliospiritual: Menemukan Makna dalam Kata Terbaca

