Page 250 - Bibliospiritual Menemukan Makna Dalam Kata Terbaca
P. 250
menyodorkan lagi sop itu sambil berkata,” Hai Ibrahim
makanlah ini!” “Aku tidak makan sesuatu yang selama tiga
puluh tahun aku tidak mencicipinya karena Allah,” jawab
Ibrahim. “Bagaimana menurutmu, jika yang memberi
makanan ini adalah Allah SWT,” tanya si pemuda itu.
Pertanyaan tersebut membuat Ibrahim menangis.
Kemudian si pemuda itu menyodorkan kembali sop itu
kepada Ibrahim dan memintanya untuk dimakan. Namun
Ibrahim kemudian berkata,” Bagaimana aku memakan
sesuatu yang tidak jelas asal usulnya?” Lalu pemuda itu
menjawab,” Semoga Allah mengampunimu wahai Ibrahim.
Sesungguhnya mangkok yang berisikan sop ini pemberian
Malaikat Ridwan yang menyuruh ku memberikannya
kepadamu. Karunia ini sebagai balasan atas kesabaranmu
menahan diri dari makan dan keinginan hawa nafsumu
selama ini. Saya mendengar para malaikat berkata,”
Barangsiapa diberi sesuatu tapi ia menolak, maka ia
mencari sesuatu yang tidak akan diberi.”
Penjelasan itu membuat Ibrahim menerimanya sambil
berkata,” Kalau demikian asal usulnya, baiklah aku terima.
Namun hal ini tidak akan mengkhianati perjanjian ku
dengan Allah Taa’la.” Setelah itu Ibrahim melihat pemuda
lain mengulurkan tangannya ke pemuda itu sambil
berkata,” Hai Khidir berikanlah sop ini kepadanya.”
Maka pemuda yang bernama Khidir itu kemudian
menyuapi Ibrahim hingga terbangun dari tidurnya.
Kelezatan bahu sedap sop hangat itu dirasakan Ibrahim
ketika bangkit dari tidurnya. Kemudian Ibrahim pergi ke
sumur zam-zam dan berkumur untuk mencuci mulutnya.
Akan tetapi lezat dan bau sedap makanan itu masih juga
tercium aromanya dari mulut.
Bibliospiritual: Menemukan Makna dalam Kata Terbaca | 237

