Page 253 - Bibliospiritual Menemukan Makna Dalam Kata Terbaca
P. 253
Hingga suatu malam, ketika raja tersebut
melaksanakan shalat di Baitul Maqdis. Dia mengingat-ingat
semua perkara yang pernah dilakukannya selama menjadi
raja. Ia merenungi dirinya dan tugas-tugas yang dipikulnya.
Dia kemudan berpikir tentang tempat kembalinya ketika
meninggal nanti, termasuk pertanyaan Tuhannya kepada
dirinya selama berkuasa. Sejauh mana dia berpegang
kepada perintah-perintah-Nya. Ia kembali merenungi
perilakunya selama berkuasa, dan merasa bahwa yang
dijalankannya kurang begitu baik. Dia selalu berpikir,
bahwa kehidupan yang dijalaninya telah menyibukkannya
dan membuatnya jarang beribadah kepada Tuhannya.
Renungan-renungan tersebut kemudian
mendorongnya untuk meninggalkan kekuasaan, dan
kepemimpinan yang diembannya. Namun ia tertahan oleh
kaumnya yang masih menginginkannya menjadi raja,
sedangkan kaumnya tidak bisa untuk diperbaiki
perilakunya. Akhirnya, dengan cara sembunyi-sembunyi dia
pergi ke sebuah tempat yang tidak seorangpun mengetahui
identitasnya. Dengan tujuan supaya bisa beribadah kepada
Allah Swt, dan menjauhkan diri dari beban berat yang
diemban yang bisa menjerumuskan dirinya pada kerusakan
dan fitnah, yaitu kekuasaan.
Hingga suatu pagi setelah melakukan ibadah malam
dan renungan-renungan, sang raja tersebut turun dari atas
Masjidil Aqsha dengan sebuah tali supaya tidak diketahui
oleh para pengawalnya. Sebab, jika diketahui tentu dia tidak
akan diperbolehkan pergi sendirian dan tidak akan bisa
meninggalkan kerajaannya.
Setelah berhasil pergi diam-diam, dia kemudian tiba di
tengah suatu kaum yang berada di pinggir laut. Di tempat
240 | Bibliospiritual: Menemukan Makna dalam Kata Terbaca

