Page 254 - Bibliospiritual Menemukan Makna Dalam Kata Terbaca
P. 254
tersebut, ia bertemu dengan sebuah kaum yang sedang
membuat batu bata. Ia kemudian bertanya, “Bagaimana
kalian menerima upah dari bata ini?” orang-orang
kemudian memberitahunya dan setelah diberitahu, sang
raja yang meninggalkan kerajaannya tersebut ikut
membuat batu bata bersama mereka.
Dari pekerjaannya tersebut, ia bisa memenuhi
kebutuhan hidupnya. Dia pun bisa makan, bahkan
bersedekah dari hasil kerjanya. Ia juga tetap memegang
keistiqamahannya, yaitu jika tiba waktu shalat ia selalu
melaksanakannya. Orang-orang yang melihat hal tersebut,
kemudian melaporkannya kepada pemimpin desa mereka.
Bahwa di antara mereka terdapat laki-laki yang giat
bekerja, rajin beribadah dan sederet pujian lainnya.
Mendengar hal tersebut, pemimpin desa kemudian
mengundangnya. Namun selalu mendapatkan penolakan,
sampai tiga kali berturut-turut. Akhirnya, pemimpin desa
tersebut mendatanginya supaya bisa bertemu langsung.
Ketika melihat pemimpin desa mendatanginya, sang raja
yang menyamar tersebut justru melarikan diri.
Karena penasaran, sang kepala desa membuntutinya
hingga berhasil menyusulnya. Kemudian kepala desa
tersebut memanggil, “Tunggu, aku ingin berbicara
denganmu”. Akhirnya sang laki-laki tersebut berhenti dan
saling berbicara. “Aku tidak akan mencelakakan dirimu.”
Ucap kepala desa, sambil bertanya, “Siapa kamu wahai
hamba Allah? Semoga Allah merahmatimu.” Laki-laki
tersebut kemudian bercerita, “Aku adalah fulan bin fulan,
raja negara ini dan ini. Saat aku merenungkan urusanku,
aku mengetahui bahwa apa yang aku jalani terputus, dan
bahwa ia telah menyibukkanku dari ibadah kepada Allah.
Bibliospiritual: Menemukan Makna dalam Kata Terbaca | 241

