Page 257 - Bibliospiritual Menemukan Makna Dalam Kata Terbaca
P. 257

Si  pemuda  yang  ingat  akan  pesan  ibunya  lantas
            menjawab  pertanyaan  perampok  itu  dengan  jujur  tentang
            uang  yang  ada  pada  dirinya.  “Iya,  aku  memiliki  uang
            sebanyak 400 dirham,” jawab si pemuda dengan polosnya.
            Sekawanan perampok itupun lalu menertawakan si pemuda
            itu  seraya  berkata,  “Mana  mungkin  anak  muda  sepertimu
            punya  uang  sebanyak  itu,  sudah  sudah  pergilah  kau  anak
            muda,” ucap para perampok itu sambil menertawakan.

                 Berlalu  lah  si  pemuda  itu.  Tak  seberapa  jauh  ia
            berjalan,  pemuda  itu  lantas  dihadang  kembali  oleh
            seseorang.  Seseorang  itu  tak  lain  adalah  pemimpin  para
            perampok  yang  menghadangnya  tadi.  “Wahai  pemuda,
            apakah  kau  memiliki  uang,”  todong  pemimpin  perampok
            itu. Pemuda itu kembali terngiang oleh wasiat ibunya untuk
            tidak berbohong kepada siapapun. “Iya, aku memiliki uang
            sebanyak 400 dirham,” jawab si pemuda dengan polosnya.

                 Namun  berbeda  dengan  anak  buahnya  yang  tak
            percaya  kepada  pemuda  itu,  pemimpin  rampok  itu  justru
            percaya dan merampas uang 400dirham dari si pemuda itu.
            Namun,  pemimpin  rampok  itu  terheran-heran  kenapa
            pemuda  itu  jujur  kalau  memiliki  uang  400  dirham.  Si
            pemimpin  rampok  itu  pun  lantas  memberanikan  untuk
            bertanya.  “Kenapa  kamu  berkata  jujur  dengan  uang  yang
            kau  punya,  sedang  kau  tahu  resiko  akan  kehilangan  uang
            yang kau punya itu,” tanya si pemimpin rampok.

                 “Aku  diberi  wasiat  oleh  ibuku  agar  tidak  berbohong
            kepada  siapapun,  dan  kini  aku  sedang  menjaga  amanah
            wasiat itu,” jelas si pemuda.

                 Si  pemimpin  rampok  itu  terkejut  dengan  jawaban  si
            pemuda. Kini hatinya mulai tak karuan melihat si pemuda
            yang  begitu  teguh  memegang  amanah  dari  ibunya.  Kini

            244 | Bibliospiritual: Menemukan Makna dalam Kata Terbaca
   252   253   254   255   256   257   258   259   260   261   262