Page 256 - Bibliospiritual Menemukan Makna Dalam Kata Terbaca
P. 256

KISAH PERAMPOK YANG BERTOBAT




                “Kenapa kamu berkata jujur dengan uang yang kau punya,
                  sedang kau tahu resiko akan kehilangan uang yang kau
                 punya itu,” tanya si pemimpin rampok. “Aku diberi wasiat
                oleh ibuku agar tidak berbohong kepada siapapun, dan kini
                        aku sedang menjaga amanah wasiat itu.”


               A
                   lkisah,  seorang  pemuda  berusia  kira-kira  dua  belas
                   tahun menempuh perjalanan dari kota asalnya Mekah
               menuju  kota  Baghdad.  Tujuan  dari  pemuda  ini  tak  lain
               untuk  menuntut  ilmu.  Sebelum  ia  berangkat  menuju
               Baghdad,  ia  meminta  sang  ibu  untuk  memberi  wasiat
               kepadanya.  “Wahai  ibu,  berilah  aku  wasiat,”  pinta  si
               pemuda.  “Wahai  anakku,  aku  tak  akan  memberi  wasiat
               kepadamu,  namun  ada  satu  permintaanku.  Berjanjialah
               kepadaku kau tak akan berbohong kepada siapapun” pesan
               sang ibu.

                   Si pemuda itu lantas mengiyakan permintaan sang ibu.
               Sang ibu memberikan 400dirham kepada anaknya sebagai
               bekal  perjalanan  menuju  tempat  ia  belajar,  Baghdad.
               Berangkatlah pemuda itu menuju arah Baghdad, namun di
               tengah  perjalanan  menuju  Bahgdad  pemuda  itu  dihadang
               oleh  sekawanan  perampok.  Diberhentikanlah  pemuda  itu.
               “Wahai  pemuda,  apakah  kau  memiliki  uang”  todong
               sekawanan perampok itu.




                            Bibliospiritual: Menemukan Makna dalam Kata Terbaca | 243
   251   252   253   254   255   256   257   258   259   260   261