Page 247 - Bibliospiritual Menemukan Makna Dalam Kata Terbaca
P. 247
Aku berharap agar aku bisa melihatmu sekali lagi.
karena aku yakin kau akan datang ke acara Reuni tersebut.
Sejujurnya Ibu sangat merindukanmu, teramat dalam
sehingga setiap malam Aku hanya bisa menangis sambil
memandangi fotomu satu-satunya yang Ibu punya. Ibu tak
pernah lupa untuk mendo'akan kebahagiaanmu, agar kau
bisa sukses dan melihat dunia yang luas ini.
Asal kau tau saja anakku tersayang, sejujurnya mata
yang kau pakai untuk melihat dunia luas itu salah satunya
adalah mataku yang selalu membuatmu malu.
Mataku yang kuberikan padamu waktu kau kecil.
Waktu itu kau dan Ayahmu mengalami kecelakaan yang
hebat, tetapi Ayahmu meninggal, sedangkan mata kananmu
mengalami kebutaan. Aku tak tega anak tersayangku ini
hidup dan tumbuh dengan mata yang cacat maka aku
berikan satu mataku ini untukmu.
Sekarang aku bangga padamu karena kau bisa meraih
apa yang kau inginkan dan cita-citakan.
Dan akupun sangat bahagia bisa melihat dunia luas
dengan mataku yang aku berikan untukmu.
Saat aku menulis surat ini, aku masih berharap bisa
melihatmu untuk yang terakhir kalinya, Tapi aku rasa itu
tidak mungkin, karena aku yakin maut sudah di depan
mataku.
Peluk cium dari Ibumu tercinta
****
234 | Bibliospiritual: Menemukan Makna dalam Kata Terbaca

