Page 243 - Bibliospiritual Menemukan Makna Dalam Kata Terbaca
P. 243

IBU KU YANG BUTA YANG MEMBUATKU MALU





             “Sejelek-jeleknya Ibumu, wahai manusia. Dialah orang yang
              paling berjasa yang pernah engkau kenal. Betapa ia telah
               bersabar untuk memberikan yang terbaik bagi anaknya.
              Jangan pernah malu mempunyai mempunyai seorang Ibu.
               Walaupun ia merupakan seorang yang cacat sekalipun.
              Berterima kasihlah kepadanya. Bersyukurlah kepada Allah
             yang telah memberikan seorang Ibu yang berkorban banyak
                               kepada anaknya.”



            S                yang     menyenangkan,     merasakan
                aat  aku  beranjak  dewasa,  aku  mulai  mengenal  sedikit
                kehidupan
            kebahagiaan  memiliki  wajah  yang  tampan,  kebahagiaan
            memiliki banyak pengagum di sekolah, kebahagiaan karena
            kepintaranku  yang  dibanggakan  banyak  guru.  Itulah  aku,
            tapi  satu  yang  harus  aku  tutupi,  aku  malu  mempunyai
            seorang  Ibu  yang  BUTA  !  Matanya  tidak  ada  satu.  Aku
            sangat malu, benar-benar malu.

                 Aku  sangat  menginginkan  kesempurnaan  terletak
            padaku,  tak  ada  satupun  yang  cacat  dalam  hidupku  juga
            dalam  keluargaku.  Saat  itu  ayah  yang  menjadi  tulang
            punggung kami sudah dipanggil terlebih dahulu oleh yang
            Maha  Kuasa.  Tinggallah  aku  anak  semata  wayang  yang
            seharusnya menjadi tulang punggung pengganti ayah. Tapi
            semua  itu  tak  kuhiraukan.  Aku  hanya  mementingkan
            kebutuhan  dan  keperluanku  saja.  Sedang  Ibu  bekerja


            230 | Bibliospiritual: Menemukan Makna dalam Kata Terbaca
   238   239   240   241   242   243   244   245   246   247   248