Page 146 - Media Pembelajaran Berbasis Teknologi
P. 146

Strategi dalam Blended Learning
              1.  Flipped Classroom
                  Beberapa  universitas  di  jaringan  EIT  Digital  menerapkan
            dan menggunakan pendekatan Flipped Classroom (kelas terbalik)
            secara  eksklusif.  Dalam  pendekatan  ini  konten  online
            disampaikan  di  depan  kelas  kepada  siswa  dan  kemudian
            didiskusikan  bersama  dengan  mereka  di  kelas.  Pendekatan  ini
            membutuhkan       upaya    penyiapan     minimal     (diperlukan
            ketersediaan  konten  di  platform),  tetapi  mengharuskan  guru
            terbiasa   dengan    konten,   dan    merasa    nyaman    untuk
            menindaklanjutinya di kelas bersama dengan siswa.
                  Pembelajaran    yang    menggunakan      strategi   flipped
            classroom,  aktivitas  belajarnya  dibalik,  bahan  ajar  dan  konsep
            tidak  disampaikan  oleh  pengajar  di  ruang  kelas,  akan  tetapi
            disiapkan  oleh  pengajar  kemudian  dibagikan  kepada  peserta
            didik. Bahan ajar kemudian dipelajari peserta didik di rumah atau
            di luar kelas. Tes penguasaan materi juga dikerjakan oleh peserta
            didik di rumah.  Aktivitas peserta  didik di ruang kelas terutama
            adalah  membahas  hasil  analisis  menggunakan  konsep- konsep
            yang  sudah  dipelajari  dan  melakukan  praktikum.  Aktivitas
            pengajar, menjadi lebih terfokus pada melakukan  pendampingan
            kepada setiap peserta didik menyelesaikan tugas atau praktikum.
            Dalam penelitian ini, bahan ajar menggunakan bantuan perangkat
            multimedia dan teknologi yaitu video pembelajaran. Pembelajaran
            dengan model blended-flipped classroomakan membuat suasana
            pembelajaran  di  kelas  lebih  kondusif,  tidak  ada  tekanan
            didalamnya  karena  semua  siswa  berhak  mengemukakan
            pendapatnya,  memberikan  toleransi  kesalahan-kesalahan  yang
            terjadi selama proses pembelajaran (lihat Gambar 5).








                                                                        135
   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150   151