Page 142 - Media Pembelajaran Berbasis Teknologi
P. 142
(Baepler et al., 2014; Luna & Winters, 2017). Ini berasal dari
kerangka teoritis teori aktivitas yang mengasumsikan bahwa
belajar muncul dari aktivitas daripada bagian pasif dari
pengetahuan yang terjadi dalam kursus kuliah klasik (Konstan et
al., 2015; Michael, 2006). Banyak penelitian setuju bahwa
pembelajaran aktif mempromosikan pembelajaran yang
mendalam dengan merangsang inkuiri, membantu perolehan
keterampilan yang lebih baik, dan menyesuaikan gaya belajar yang
berbeda yang dimiliki peserta didik. Siswa yang telah terlibat
dalam kursus campuran secara umum sangat positif tentang
pengalaman mereka dan fleksibilitas waktu.
Blended Learning dan New Normal
Memasuki ―New Normal‖ pembelajaran pastinya juga
kembali ke pembelajaran normal, pembelajaran yang berlangsung
di sekolah. Tentunya diperlukan penerapan sistem pembelajaran
yang bisa memadukan pembelajaran tatap muka langsung,
pembelajaran daring , pembelajaran luring, dan menjalankan
protokol kesehatan. Ada beberapa aspek pendidikan yang harus
dipertimbangkan oleh pemerintah dalam menerapkan kebijakan
―New Normal‖ ini. Sistem pembelajaran, kurikulum, kompetensi
guru, dan infrastruktur sekolah harus disiapkan(Bryan &
Volchenkova, 2016). Proses pembelajaran yang terjadi di sekolah
akan berbeda dengan sebelum masa pandemi. Maka perlu
didesain suatu pembelajaran yang mudah dan bisa diterapkan.
Pembelajaran yang bisa dilakukan siswa dan guru dengan mudah
serta memenuhi standar protokol kesehatan. Salah satu yang bisa
diterapkan pada masa pandemi ini adalah blended learning .
Blended learning juga dapat dipandang sebagai kemajuan
dalam perkembangan teknologi. Pembelajaran tidak hanya dilihat
sebagai kombinasi pembelajaran onlinde dengan pembelajaran
tatap muka namun sebagai peluang untuk mengintegrasikan
131

