Page 96 - Context Communication The Sociology Of Culture
P. 96
Sebagaimana dicatat, hipotesis empiris Kuhn(Pring &
Pm, 2012) (sejak historis) tentang paradigma menimbulkan
anomali terhadap mode teorisasi sosiologis yang dominan,
yang bertujuan terutama untuk menjelaskan fenomena supra-
individual dengan mengacu pada agensi manusia.Untuk
pemahamansubstantif tentang pengorganisasian diri,
pertama-tama kita harus menangkap secara refleksif makna
anomali ini sebelum kita dapatmenggeneralisasi fenomena
sosiologis lainnya (misalnya, keluarga, organisasi, dll.).
Sebagaimana dicatat, studi tentang dinamika sains dalam hal
paradigma seperti yang ditempuh dalam sosiologi
pengetahuan ilmiah telah memberi kita semantic untuk
memahami.
Gagasan bahwa sistem mungkin ada berdasarkan
interaksi antar unit yang secara empiris dapat diamati secara
independen lebih umum untuk ilmu pengetahuan seperti
biologi evolusioner dan psikologi kognitif. Namun, sistem
interaksi yang dihipotesiskan tidak hanya terdistribusi, tetapi
keberadaan dan identitasnya sendiri jugamasih
dipertanyakan. Sementara dalam biologi dan psikologi
keberadaan subjek studi sebagai suatu system dapat diterima
begitu saja, sosiolog harus bertin dak secara refleksif dalam
hal ini(Pring & Pm, 2012).
Manfaat Sosiologi
Manfaat Sosialisasi dan pembentukan kepribadian,
sebuah proses penanaman atau transferkebiasaan atau nilai
dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam
sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog
menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role
theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-
peran yang harus dijalankan oleh individu. Kebiasaan-
Context Communication: the sosiology of culture 89

