Page 95 - Context Communication The Sociology Of Culture
P. 95
ada dalam arti memperbaiki, memperluas, serta
memperhalus teori-teori lama. Sosiologi bersifat non-ethnis,
artinya sosiologi yang dibahas dan dipersoalkan bukanlah
buruk baiknya fakta tertentu, akan tetapi tujuannya adalah
untuk menjelaskan fakta tersebut secara analitis. Soekanto
(1986: 11).
Auguste Comte (1789-1853). Menjelaskan Kata
sosiologi mula-mula digunakan oleh Auguste Comte, dalam
tuliasannya yang berjudul Cours de Philosopie Positive
(Positive Philosophy) tahun 1842. Sosiologi berasal dari
bahasa latin yang dari dua kata; Socius dan Logos. Secara
harfiah atau etimologis kata socius berarti teman, kawan,
sahabat, sedangkan logos berarti ilmu pangetahuan. Secara
operasional Auguste Comte menjelaskan bahwa sosiologi
merupakan ilmu pengetahuan kemasyarakatan umum yang
merupakan pula hasil terakhir perkembangan ilmu
pengetahuan, didasarkan pada kemajuan-kemajuan yang
telah dicapai oleh ilmu-ilmu pengetahuan lainnya, dibentuk
berdasarkan observasi dan tidak pada spekulasi-spekulasi
perihal keadaan masyarakat serta hasilnya harus disusun
secara sistematis (Subadi, 2008).
Sosiologis bersumber dari bahasa latin, yakni ―socius‖
yang bermakna kawan, teman; sedangkan ―logos‖ berarti
ilmu pengetahuan. Walaupun banyak definisi tentang
sosiologi,namun umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu
pengetahuan tentang masyarakat. Sosiologi mengkaji tentang
masyarakat yang mencakup tentang gejala sosial, struktur
sosial, perubahansosial dan jaringan atau interaksi insan
sebagai manusia individu dan makhluk sosial (Adibah,2017).
Dengan ilmu sosiologis seseorang dengan mudah mengenal
pola kehidupan masyarakat, baik hubungan antara individu
dengan kelompok di tengah keragaman suku, bahasa
maupun budaya.
88 Context Communication: the sosiology of culture

