Page 18 - Bimbingan Klasikal Berlandaskan Falsafah Adil Ka’talino, Bacuramin Ka’saruga, Basengat Ka’jubata
P. 18

Massachusetts Department of Education (Gruber & Fineran,
            2008)  melakukan  Survei  Perilaku  Risiko  Remaja  membandingkan
            gay,  siswa  lesbian  dan  biseksual  ke  rekan-rekan  siswa  dan
            menemukan  bahwa  siswa  minoritas  perilaku  seksual  yang  lebih
            tinggi untuk melakukan  bunuh diri,  lebih cenderung bolos sekolah
            karena  merasa  tidak  aman,  diancam  atau  terluka  oleh  senjata  di
            sekolah,  dan  mengalami  lebih  banyak  kekerasan  dalam  pacaran
            dan pelecehan seksual.
                   Menurut  Chiodo  (2009)  anak  perempuan  dan  anak  lelaki
            yang  lebih  muda  yang  berhubungan  dengan  teman  sebaya  dan
            berperilaku menyimpang lebih mungkin menjadi korban pelecehan
            seksual. Selain itu, anak perempuan yang mencapai perkembangan
            pubertas sebelumnya berisiko lebih tinggi untuk pelecehan seksual,
            kemungkinan besar karena perhatian yang tidak pantas oleh orang
            lain.

            Kesimpulan


                  Pelecehan  seksual  adalah  bentuk  perilaku  yang  tidak
            didinginkan  oleh  korban  yang  mengakibatkan  ketidaknyamanan,
            seperti:  rayuan  baik  berupa  lisan  dan  tulisan,  gambar,  dan
            perlakuan  fisik  seperti  perkosaan,  meraba  dan  sebagainya.  Tipe
            pelecehan seksual yaitu pelecehan seksual tipe koersif mencakup
            perilaku seksual memberikan ancaman kerugian bagi subjek yang
            dituju.  Pelecehan  seksual  tipe  non  koersif  merupakan  perilaku-
            perilaku seksual yang hanya menjengkelkan atau menyakitkan hati
            orang-orang  yang  dituju.  Dampak  pelecehan  seksual  yaitu  dapat
            mengakibatkan mengalami trauma dan merasa rendah diri, bahkan
            ketakutan untuk menjalin sebuah keluarga bagi korban pelecehan
            seksual.






             Bimbingan Klasikal Berlandaskan Falsafah
             Adil Ka’Talino, Bacuramin Ka’Saruga, Basengat Ka’Jubata      11
   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23