Page 46 - Bimbingan Klasikal Berlandaskan Falsafah Adil Ka’talino, Bacuramin Ka’saruga, Basengat Ka’jubata
P. 46

Pengertian Falsafah


                    Falsafah  menurut  Kamus  Besar  Bahasa  Indonesia  adalah
            anggapan, gagasan dan sikap batin yang paling dasar yang dimiki
            oleh seseorarang atau masyarakat, pandangan hidup.
                    Falsasafah  hidup  suku  Dayak  merupakan  pemikiran  yang
            dlam  yang  disajikan  sebagai  pandangan  hidup  dan  diaplikasikan
            dalam kehidupan sehari-hari.

            Falsafah Suku Dayak Di Kalimantan Tengah

                   Suku  Dayak  di  Kalimantan  Tengah  memiliki  berbagai
            falsafah  hidup  sebagai  gagasan  yang  paling  dasar  sebgai
            pandangan  hidup.  Salah  satu  falsafah  hidup  suku  Dayak  di
            Kalimantan  Tengah  adalah  “Adil  Ka’  Talino,  Bacuramin  Ka’
            Saruga, Basengat Ka’ Jubata”.
                   “Adil  Ka’  Talino,  Bacuramin  Ka’  Saruga,  Basengat  Ka’
            Jubata”.  Kata  tersebut  merupakan  falsafah  dan  salam  khas  dari
            suku dayak yang telah di tentukan dan di tetapkan oleh Dewan Adat
            Dayak  (DAD)  se-Kalimantan.  Adil  ka’talimo,  bacuramin  ka’saruga,
            ba  sengat  ka’jubata  (adil  sesama,  berkaca  surgawi,  bergantung
            pada  Yang  Esa);  Rumah  Betang  (bersama  dan  saling  tenggang)
            (Fajarini, 2014).
                   Menurut  Priyadi,  dkk  (Niko,    2019)  pandangan  hidup
            masyarakat  Dayak  dirimuskan  kedalam  tiga  kalimat:  (1)  Adil  Ka‘
            Talino;  (2)  Bacuramin  Ka‘  Saruga;  dan  (3)  Basengat  Ka‘  Jubata.
            Yang dapat diartikan sebagai berikut:
             1.  Adil Ka‘ Talino artinya adil kepada sesama.
                 Masyarakat  dayak  berpandangan  bahwa  manusia  merupakan
                 ciptaan Jubata (Tuhan) yang paling mulia, oleh katena itu siswa
                 diajarkan  untuk  saling  menghormati.  Sehingga,  ketika  siswa
                 dapat  saling  menghormati  siswa  tidak  akan  terlibat  dalam
                 tindakan pelecehan seksual baik sebagai pelaku atau korban.



             Bimbingan Klasikal Berlandaskan Falsafah
             Adil Ka’Talino, Bacuramin Ka’Saruga, Basengat Ka’Jubata      39
   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51