Page 61 - Media Pembelajaran Berbasis Teknologi
P. 61
perspektif makro. Dalam sebuah studi yang membandingkan
gambar diam, animasi dan interaktivitas, (Zander et al., 2017)
menemukan bahwa peserta memiliki pengalaman belajar yang
sangat positif ketika mereka menggunakan materi animasi dan
interaktif.
Mengambil pandangan ini ke dalam diskusi tentang
pengaruh teknologi dalam pendidikan dan kreativitas, Edwards
(2000-2001) menyatakan bahwa teknologi komputer telah
memungkinkan informasi untuk direpresentasikan secara grafis
dan dinamis. Dengan antarmuka komputer, representasi informasi
dinamis dapat membantu pelajar untuk menyusun pemikiran
mereka dan melihat hubungan jarak jauh antara ide dan konsep,
yang dapat memfasilitasi pemikiran kreatif. Oleh karena itu,
penggunaan animasi mungkin telah membantu siswa untuk
menghasilkan ide-ide yang lebih fleksibel dan orisinal, dan efek
MLT pada pemikiran kreatif siswa bersifat parsial.
Literatur kreativitas sebagian besar menganggap kebaruan
dan kegunaan sebagai dua karakteristik penting untuk
mendefinisikan produk kreatif (Radulovic et al., 2016)
mengklaim bahwa kedua kriteria tersebut dapat independen satu
sama lain, dapat dipengaruhi oleh faktor kontekstual yang
berbeda dan dapat dikaitkan dengan proses kognitif yang berbeda.
(Radulovic et al., 2016) membedakan antara variasi dan retensi
selektif dari proses kognitif yang mendefinisikan kebaruan dan
kegunaan. Variasi adalah proses di mana berbagai ide dihasilkan..
Tidak tertutup kemungkinan proses kognitif siswa
kelompok MLT dipengaruhi oleh penggunaan MLT, sehingga
mampu membuat produk rekayasa yang memiliki kualitas yang
original dan unik. Siswa MLT dapat melihat ide yang berbeda
saat membuat produk mereka. Fitur desain multimedia dapat
digunakan secara efektif dalam pengembangan MLT dengan cara
yang memungkinkan siswa MLT setidaknya berpikir secara
50

