Page 48 - Pengembangan Paradigma Kompetensi Mengajar Guru PKn SD Era Industri 4.0
P. 48
Paradigma lama PKn menunjukkan bahwa peran peserta didik
dalam berkreatifitas belajar dalam pembelajaran sangat dibatasi,
maka itu diperlukan model pembelajaran yang kreatif untuk dapat
mengakomodir paradigma baru PKn. Paradigma baru mendorong
guru untuk dapat mengembangkan kreatifitas ide sehingga peserta
didik dapat menumbuhkembangkan kognitif, afektif, dan
psikomotornya.
B. KOMPONEN PKn PARADIGMA BARU
Cholisin (2005) mengemukakan bahwa sesungguhnya secara
konseptual dan teoritik Civic Education (PKn) telah lama jauh
sebelum itu mengharuskan perlunya ketiga komponen pokok
tersebut, dikembangkan dalam PKn yang bermutu. Hal ini seperti
yang diajukan oleh Center for Civic Education pada tahun 1994
dalam National Standards for Civics and Government. Ketiga
komponen pokok tersebut, yaitu civic knowledge, civic skills, dan
civic dispositions (Branson, dkk., 1999 : 8 – 25).
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Kewarganegaraan yang akan
diberlakukan pada tahun 2004 tampak telah mengarah pada ketiga
komponen PKn yang bermutu. Hal itu bisa dicermati pada fungsi dan
tujuan mata pelajaran Kewarganegaraan sebagai versi new civic education
Indonesia pada era reformasi atau paradigma baru PKn.
Fungsi dan tujuan mata pelajaran kewarganegaraan untuk SD &
MI, SMP & M.Ts., SMA & MA :
1. Fungsi
Mata pelajaran Kewarganegaraan berfungsi sebagai wahana
40