Page 53 - Pengembangan Paradigma Kompetensi Mengajar Guru PKn SD Era Industri 4.0
P. 53
yang bermakna, karena dapat dimanfaatkan dalam menghadapi
masalah-masalah kehidupan berbangsa dan bernegara. Civic skills
mencakup intelectual skills (ketrampilan intelektual) dan
participation skills (ketrampilan partisipasi).
Ketrampilan intelektual yang terpenting bagi terbentuknya
warga negara yang berwawasan luas, efektif dan bertanggung jawab
antara lain adalah ketrampilan berpikir kritis. Ketrampilan berpikir
kritis meliputi mengidentifikasi, menggambarkan /
mendeskripsikan, menjelaskan, menganalisis, mengevaluasi,
menentukan dan mempertahankan pendapat yang berkenaan dengan
masalah – masalah publik. Ketrampilan intelektual tampak ada
upaya diakomodasi KBK Kewarganegaraan (2004) yang secara
kaplisit dinyatakan dalam Praktek Pembelajaran Kewarganegaraan
diharuskan adanya pengembangan dan penerapan cara berpikir
kritis, rasional, dan kreatif untuk mendukung kompetensi dasar. Juga
dapat ditemui pada indikator, meskipun belum memadai bahkan
masih ada kemampuan “menyebutkan” sebagai sesuatu kemampuan
yang sangat rendah dan tidak termasuk dalam kategori berpikir kritis
masih digunakan.
Pentingya ketrampilan partisipasi dalam demokrasi telah
digambarkan oleh Aristoteles dalam bukunya Politics (340) (dalam
Branson, dkk., 1999 : 4). Aristoteles menyatkan , “Jika kebebasan
dan kesamaan sebagaimana menurut sebagaian pendapat orang
dapat diperoleh terutama dalam demokrasi, maka kebebasan dan
kesamaan itu akan dapat dicapai apabila semua orang tanpa kecuali
45