Page 135 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 135
Setelah tamat dari Al-Azhar pada tahun 1877,
Muhammad Abduh memulai karirnya sebagai pengajar. Ia
terjun secara total dalam dunia pendidikan karena dalam
pandangannya melalui dunia pendidikanlah ia mampu
mengkader tenaga-tenaga Islam yang kelak bersama-sama
dirinya mengibarkan panji-panji Islam. Hasil yang beliau
bawa tampak segera dengan cepat. Dari tempatnyalah ia
mampu melahirkan patriot-patriot bangsa yang sadar akan
posisi yang dihadapinya. Di samping itu, ia juga mengajar di
Universitas Daar Ulum dengan memakai mata kuliah
sejarah. Buku yang diajarkannya adalah Ibnu Khaldun.
Sedangkan di Al-Azhar ia mengajar logika, teologi dan
filsafat. Selain di Al-Azhar dan Daar Ulum. Ia memberi
pelajaran dirumahnya. Pelajaran yang diberikannya khusus
mengenai etika dan sejarah Eropa. Untuk etika dipilihnya
buku Tahzib al-Akhlak (pembinaan akhlak) karangan Ibnu
Maskawaih dan buku sejarah peradaban Eropa karangan F.
Guizot.
Dalam mengajar Abduh menekankan kepada murid-
muridnya untuk berpikir kritis dan rasional, dan tidak
harus terikat kepada suatu pendapat. Abduh adalah orang
pertama Mesir yang menunjukan keterbelakangan Mesir
dengan fakta bahwa msyarakat Mesir telah kehilangan
kapasitas untuk memperbaharui dirinya. Problem sosial
dan politik Mesir terjadi karena warisannya sendiri yang
telah membuat mereka tak mampu menghadapi tantangan
zaman. Menurutnya kelemahan kaum musim disebabkab
oleh perpecahan kaum Muslim internal umat, tercabang
kekhalifahan, dan terpecahnya umat Islam menjadi bangsa-
bangsa kecil yang beragam sekte dan keyakinan yang saling
bertikai demi kesetiaan kepada pemimpin. Ajaran Islam
menunjukan bahwa nasib yang menimpa kaum Muslimin
128 | Asep Solikin

