Page 29 - Model Pembelajaran Kwu-Kop
P. 29

permanent  change  in  behavior  that  cannot  be  explained  by
                           temporary  states,  maturation,  or  innate  response  tendencies”.
                           Artinya  belajar  dapat  didefinisikan  sebagai  hasil  proses
                           eksperimental  dalam  perubahan  tingkah  laku  yang  relative
                           permanen yang tidak dapat diucapkan dengan pernyataan sesaat.
                                  Waston  (Suciati,  1996:  4),  mengatakan  bahwa  belajar
                           adalah  proses  interaksi  antara  stimulus  dan  respon,  namun
                           stimulus dan respon yang dimaksud harus berbentuk tingkah laku
                           yang  dapat  diamati  dan  dapat  diukur.  Walaupun  ia  mengakui
                           adanya perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang selama
                           proses  belajar,  namun  ia  menganggap  hal-hal  tersebut  sebagai
                           faktor  yang  tidak  perlu  diperhitungkan.  Ia  tetap  mengakui  bahwa
                           perubahan-perubahan  mental  dalam  bentuk  siswa  itu  penting,
                           namun semua itu tidak dapat menjelaskan apakah seseorang telah
                           belajar atau belum karena tidak dapat diamati.
                                  Sedangkan  menurut  Skinner  (Dimyati,  2002:  9),  belajar
                           adalah  suatu  perilaku.  Pada  saat  orang  belajar,  maka  responnya
                           menjadi  lebih  baik.  Skinner  menyatakan  bahwa  belajar  ialah
                           perubahan  tingkah  laku.  Pada  saat  orang  belajar,  responnya
                           meningkat  dan  apabila  terjadi  hal  sebaliknya  (unlearning),  angka
                           responnya  menurun.  Oleh  karena  itu  belajar  dapat  didefinisikan
                           sebagai  suatu  perubahan  dalam  kemungkinan  atau  peluang
                           terjadinya respon.
                                Konsep-konsep  yang  dikemukakan  oleh  Skinner  dianggap
                           memiliki  keunggulan  dibanding  konsep-konsep  yang  dikemukakan
                           oleh  tokoh-tokoh.  Ia  mampu  menjelaskan  teorinya  secara
                           sederhana,   namun     dapat    menunjukkan     konsepnya    lebih
                           komprehensif, sehingga mudah dipahami oleh setiap orang dengan
                           mudah. Hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui
                           interaksi dalam lingkungannya, yang kemudian akan menimbulkan
                           perubahan  tingkah  laku.  Stimulus-stimulus  yang  diberikan  kepada
                           seseorang akan saling berinteraksi, sehingga pada akhirnya bentuk
                           respon yang muncul akan dipengaruhi oleh interaksi antar stimulus.



                           20
   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34