Page 30 - Model Pembelajaran Kwu-Kop
P. 30
Demikian juga dengan respon yang dimunculkan ini akan
mempunyai konsekuensi-konsekuensi yang pada gilirannya akan
mempengaruhi atau menjadi pertimbangan munculnya perilaku.
Oleh karena itu untuk memahami tingkah laku seseorang secara
benar, perlu memahami hubungan antara stimulus satu dengan
lainnya. Banyak pendidik menganjurkan agar learning center dapat
digunakan sebagai pengalaman dari pengembangan kognitif.
Sasaran dari program ini dapat memperkaya pembentukan
keterampilan atau pengembangan.
Kawasan kognitif berorientasi pada kemampuan berfikir,
mencakup kemampuan intelektual dari yang sederhana yaitu
mengingat sampai kemampuan memecahkan masalah. Hal ini
dapat dikemukakan sebagai berikut: tingkat pengetahuan
(knowledge), tingkat pemahaman (comprehension), tingkat
penerapan (application), tingkat analisis (analysis), tingkat sintesa
(synthesis), tingkat kreatifitas (creativity), dan tingkat evaluasi
(evaluation).
Belajar pada hakekatnya adalah suatu aktivitas yang
mengharapkan perubahan tingkah laku (behaviorial change) pada
individu yang belajar. Perubahan tingkah laku tersebut terjadi
karena usaha individu yang bersangkutan. Belajar dipengaruhi oleh
berbagai faktor seperti: materi yang dipelajari, faktor instrumenal,
lingkungan dan kondisi individual si pelajar. Faktor-faktor tersebut
diatur sedemikian rupa agar mempunyai pengaruh yang membantu
tercapainya kompetensi secara optimal.
B. Model Pembelajaran SMK
Menurut Syaiful Sagala (2010), model diartikan sebagai
kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam
melakukan kegiatan, adapun pembelajaran adalah membelajarkan
siswa dengan menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar.
Menurut Joyce & Weil (1985: 31), model memiliki banyak fungsi
21