Page 31 - Model Pembelajaran Kwu-Kop
P. 31
mulai perencanaan pelajaran, kurikulum sampai desain materi
instruksionalnya. Sedangkan model pembelajaran itu sendiri adalah
suatu desain atau pola dalam melakukan proses belajar mengajar.
Di dalam kamus lengkap bahasa Indonesia, model adalah suatu
pola acuan ragam atau contoh.
Ada empat model pembelajaran pendidikan kejuruan yang
diterapkan di negara maju (Wardiman Djojonegoro, 1998: 45), yaitu:
Pertama, pendidikan kejuruan “Model Sekolah”, yaitu
pemberian pelajaran (umum, kejuruan dan nilai/norma, sikap)
sepenuhnya dilaksanakan di sekolah dan semua sumber belajar
ada di sekolah. Model sekolah banyak dikritik karena boros/tidak
efisien, kurang mampu menjaga relevansi, kurang mutakhir dan
konservatif.
Kedua, pendidikan kejuruan “Model Sistem Ganda”, yaitu
kombinasi pemberian pengalaman belajar di sekolah dan
pengalaman kerja sarat nilai di dunia usaha. Model ini menganggap
bahwa kombinasi pembelajaran di sekolah dan pengalaman kerja di
dunia usaha akan memberikan pengalaman belajar yang lebih
bermakna, karena yang diajarkan telah dikemas menjadi bahan
pelajaran yang sistematis dan terpadu, dan lebih kongkrit.
Ketiga, pendidikan “Model Magang”, menyerahkan
sepenuhnya kegiatan pelatihan kepada industri dan masyarakat,
tanpa dukungan sekolah. Sekolah pada tingkat menengah hanya
menyelenggarakan pendidikan yang bersifat komprehensip,
termasuk didalamnya dasar-dasar pendidikan kejuruan.
Keempat, pendidikan kejuruan dengan model “school-Based-
entreprice”, atau kalau di Indonesia disebut dengan unit produksi.
Model ini pada dasarnya adalah mengembangkan dunia usaha dan
sekolah dengan maksud selain untuk menambah penghasilan
sekolah, juga untuk memberikan pengalaman kerja yang benar-
benar nyata pada siswanya. Di Indonesia menggunakan model
yang kedua yaitu Model Pendidikan Sistem Ganda, yang
memberikan kombinasi pengalaman belajar di sekolah dan
22