Page 35 - Model Pembelajaran Kwu-Kop
P. 35
atau kebutuhan masyarakat atau industri lokal. PBP mempunyai
potensi yang amat besar untuk membuat pengalaman belajar yang
lebih menarik dan bermakna bagi usia dewasa: siswa SMK/SMA,
mahasiswa, pekerja atau pelatih tradisional untuk membangun
keahlian dan keterampilan bekerja.
PBP siswa menjadi terdorong lebih aktif dalam belajar, guru
hanya sebagai fasilitator, guru mengevaluasi produk hasil kinerja
siswa meliputi out come yang mampu ditampilkan dari hasil proyek
yang di kerjakan. PBP dan pembelajaran aktif kedua-duanya saling
berkaitan, pembelajaran aktif merupakan ruh dari PBP. Dalam
mengerjakan proyek siswa dapat berkolaborasi dengan satu guru
atau dua orang guru, tetapi siswa melakuan investigasi dalam
kelompok kolaboratif antara 4-5 orang. Keterampilan-keterampilan
yang dibutuhkan dan dikembangkan oleh siswa dalam tim adalah
merencanakan, mengorganisasikan, negosiasi dan membuat
konsensus tentang tugas yang dikerjakan, siapa yang mengerjakan,
apa yang dikerjakan, dan bagaimana cara mengumpulkan informasi
yang dibutuhkan dalam melakukan investigasi. Keterampilan yang
dibutuhkan dan yang akan dikembangkan oleh siswa merupakan
keterampilan esensial dan mendasar sangat mendukung mereka
ketika kerja di dunia kerja nantinya. Oleh karena hakekat kerja
proyek adalah kolaboratif, maka pengembangan keterampilan
tersebut seyogyanya ditujukan untuk semua tim.
PBP dapat diterapkan untuk semua bidang studi,
implementasi model PBP mengikuti 5 (lima) langkah utama sebagai
berikut:
a. Menetapkan Tema Proyek. Tema proyek hendaknya
memenuhi indikator-indikator berikut:
Membuat gagasan umum dan orisionil
Penting dan menarik
Mendiskripsikan masalah kompleks; (d) Merumuskan
hubungan berbagai gagasan
Mengutamakan pemecahan masalah ill defined.
26