Page 31 - Bimbingan Klasikal Berlandaskan Falsafah Adil Ka’talino, Bacuramin Ka’saruga, Basengat Ka’jubata
P. 31
keteladanan, pengautan sikap positif dan negatif, simulasi,
bermain peran, tindakan sosial, dan lain-lain
2. Pendekatan perkembangan kognitif
Pendekatan perkembangan kognitif memandang bahwa
peserta didik merupakan individu yang memiliki potensi kognitif
yang sedang dan akan terus tumbuh dan berkembang. Karena
itu, melalui pendekatan ini peserta didik didorong untuk
membiasakan berfikir aktif tentang seputar masalah-masalah
moral yang hadir di sekeliling mereka, dimana peserta didik
dilatih untuk belajar dalam membuat keputusan-keputusan
moral. Pada gilirannya diharapkan keputusan yang diambilnya
dapat melatih peserta didik untuk bertanggungjawab terhadap
keputusan yang diambilnya.
3. Pendekatan klarifikasi nilai
Orientasi pendekatan klarifikasi nilai ialah memberikan
penekanan untuk membantu peserta didik mengkaji perasaan
dan perbuatannya sendiri, kemudian secara bertahap
ditingkatkan kemampuan kesadaran peserta didik terhadap
nilai-nilai yang didefinisikan sendiri oleh peserta didik.
4. Pendekatan pembelajaran berbuat
Karakteristik pendekatan pembelajaran berbuat berupaya
menekankan pada usaha pendidik untuk memfasilitasi dengan
memberikan kesempatan pada peserta didik untuk melakukan
perbuatan-perbuatan moral yang dilakukan secara individual
maupun berkelompok.
Kearifan Lokal
Menurut Rahyono (Fajarini, 2014) kearifan lokal merupakan
kecerdasan manusia yang dimiliki oleh kelompok etnis tertentu
yang diperoleh melalui pengalaman masyarakat . Artinya, kearifan
lokal adalah hasil dari masyarakat tertentu melalui pengalaman
mereka dan belum tentu dialami oleh masyarakat yang lain.
24 Bimbingan Klasikal Berlandaskan Falsafah
Adil Ka’Talino, Bacuramin Ka’Saruga, Basengat Ka’Jubata