Page 18 - Revitalisasi Fasilitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah
P. 18

sekolah.  Hal  ini  merupakan  landasan  yang  dapat  memberikan  arahan
                  bagi  setiap  kegiatan  bimbingan  dan  konseling  yang  dilaksanakan,

                  sehingga  dapat  dipertanggungjawabkan  secara  logis,  etis  maupun
                  estetis.  Dari  berbagai  aliran  filsafat,  para  penulis  barat  seperti  Victor

                  Frankl,  Patterson,  Alblaster  &  Lukes,  Thompson  &  Rudolph,  dalam

                  Prayitno  dan  Amti  (2004)  mendeskripsikan  tentang  hakikat  manusia
                  sebagai  berikut  :

                  (a)  Manusia  adalah  makhluk  rasional  yang  mampu  berfikir  dan

                      memper-gunakan  ilmu  untuk  meningkatkan  perkembangan  dirinya.
                  (b)  Manusia   dapat    belajar   mengatasi   masalah-masalah    yang

                      dihadapinya  apabila  dia  berusaha  memanfaatkan  kemampuan-
                      kemampuan  yang  ada pada dirinya.

                  (c)  Manusia   berusaha    terus-menerus    memperkembangkan      dan
                      menjadi-kan  dirinya  sendiri  khususnya  melalui  pendidikan.

                  (d)  Manusia  dilahirkan  dengan  potensi  untuk  menjadi  baik  dan  buruk

                      dan  hidup  berarti  upaya  untuk  mewujudkan  kebaikan  dan
                      menghindarkan  atau setidak-tidaknya  mengontrol  keburukan.

                  (e)  Manusia  memiliki  dimensi  fisik,  psikologis  dan  spiritual  yang
                      harus  dikaji  secara mendalam.

                  (f)   Manusia   akan    menjalani   tugas-tugas   kehidupannya    dan

                      kebahagiaan  manusia  terwujud  melalui  pemenuhan  tugas-tugas
                      kehidupannya  sendiri.

                  (g)  Manusia  adalah  unik  dalam  arti  manusia  itu  mengarahkan
                      kehidupannya  sendiri.

                   (h)  Manusia  adalah  bebas  merdeka  dalam  berbagai  keterbatasan-nya

                      untuk  membuat  pilihan-pilihan  yang  menyangkut  perikehidu-
                      pannya  sendiri.  Kebebasan  ini  memungkinkan  manusia  berubah


                                                   11
   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23