Page 21 - Revitalisasi Fasilitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah
P. 21

Kecemasan  yanmg  berlebihan  dalam  kaitannya  dengan  suasana  antar
                  budaya  dapat  menuju  ke  culture  shock,  yang  menyebabkan  dia  tidak

                  tahu  sama  sekali  apa,  dimana  dan  kapan  harus  berbuat  sesuatu.  Agar
                  komuniskasi  sosial  antara  konselor  dengan  klien  dapat  terjalin

                  harmonis,   maka    kelima   hambatan    komunikasi   tersebut   perlu

                  diantisipasi.
                     Terkait  dengan  layanan  bimbingan  dan  konseling  di  Indonesia,  Moh.

                  Surya  (2006)  mengetengahkan  tentang  tren  bimbingan  dan  konseling

                  multikultural,  bahwa  bimbingan  dan  konseling  dengan  pendekatan
                  multikultural  sangat  tepat  untuk  lingkungan  berbudaya  plural  seperti

                  Indonesia.  Bimbingan  dan  konseling  dilaksanakan  dengan  landasan
                  semangat  bhinneka  tunggal  ika,  yaitu  kesamaan  di  atas  keragaman.

                  Layanan  bimbingan  dan  konseling  hendaknya  lebih  berpangkal  pada
                  nilai-nilai  budaya  bangsa  yang  secara  nyata  mampu  mewujudkan

                  kehidupan  yang  harmoni  dalam  kondisi  pluralistik.

                  4. Landasan  Ilmu  Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
                     Layanan  bimbingan  dan  konseling  merupakan  kegiatan    profesional

                  yang  memiliki  dasar-dasar  keilmuan,  baik  yang  menyangkut  teori
                  maupun  prakteknya.  Pengetahuan  tentang  bimbingan  dan  konseling

                  disusun  secara  logis  dan  sistematis  dengan  menggunakan  berbagai

                  metode,  seperti:  pengamatan,  wawancara,  analisis  dokumen,  prosedur
                  tes,  inventory  atau  analisis  laboratoris  yang  dituangkan  dalam  bentuk

                  laporan  penelitian,  buku teks dan tulisan-tulisan  ilmiah  lainnya.
                     Sejak  awal  dicetuskannya  gerakan  bimbingan,  layanan  bimbingan

                  dan  konseling  telah  menekankan  pentingnya  logika,  pemikiran,

                  pertimbangan  dan  pengolahan  lingkungan  secara  ilmiah  (McDaniel
                  dalam  Prayitno,  2003).  Bimbingan  dan  konseling  merupakan  ilmu  yang


                                                   14
   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26