Page 23 - Revitalisasi Fasilitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah
P. 23

mengembangkan  pengetahuan  dan  teori  tentang  bimbingan  dan
                  konseling,  baik  berdasarkan  hasil  pemikiran  kritisnya  maupun  melalui

                  berbagai  bentuk  kegiatan  penelitian.
                     Berkenaan  dengan  layanan  bimbingan  dan  konseling  dalam  konteks

                  Indonesia,  Prayitno  memperluas  landasan  bimbingan  dan  konseling

                  dengan  menambahkan  landasan  paedagogis,  landasan  religius  dan
                  landasan  yuridis-formal  (Prayitno,  2003).

                     Landasan  paedagogis  dalam  layanan  bimbingan  dan  konseling

                  ditinjau  dari  tiga  segi,  yaitu:  (a)  pendidikan  sebagai  upaya
                  pengembangan  individu  dan  bimbingan  merupakan  salah  satu  bentuk

                  kegiatan  pendidikan;  (b)  pendidikan  sebagai  inti  proses  Bimbingan  dan
                  Konseling;  dan  (c)  pendidikan  lebih  lanjut  sebagai  inti  tujuan  layanan

                  Bimbingan  dan Konseling.
                     Landasan    religius   dalam   layanan   bimbingan   dan   konseling

                  ditekankan  pada  tiga  hal  pokok,  yaitu  :  (a)  manusia  sebagai  makhluk

                  Tuhan;  (b)  sikap  yang  mendorong  perkembangan  dari  perikehidupan
                  manusia  berjalan  ke  arah  dan  sesuai  dengan  kaidah-kaidah  agama;  dan

                  (c)  upaya  yang  memungkinkan  berkembang  dan  dimanfaatkannya
                  secara  optimal  suasana  dan  perangkat  budaya  (termasuk  ilmu

                  pengetahuan  dan  teknologi)  serta  kemasyarakatan  yang  sesuai  dengan

                  dan  meneguhkan  kehidupan  beragama  untuk  membantu  perkembangan
                  dan pemecahan  masalah.

                     Ditegaskan  pula  bahwa  salah  satu  tren  bimbingan  dan  konseling  saat
                  ini  adalah  bimbingan  dan  konseling  spiritual  (Moh.  Surya,  2006).

                  Berangkat  dari  kehidupan  modern  dengan  kehebatan  ilmu  pengetahuan

                  dan  teknologi  yang  semakin  berkembang  serta  kemajuan  ekonomi  yang
                  dialami  bangsa-bangsa  Barat,  ternyata  telah  menimbulkan  berbagai


                                                   16
   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28