Page 27 - Revitalisasi Fasilitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah
P. 27

9.  Fungsi  Fasilitasi,  memberikan  kemudahan  kepada  konseli  dalam
                  mencapai  pertumbuhan  dan  perkembangan  yang  optimal,  serasi,  selaras

                  dan seimbang  seluruh  aspek dalam  diri  konseli.
                  10.    Fungsi  Pemeliharaan,  yaitu  fungsi  bimbingan  dan  konseling  untuk

                  membantu  konseli  supaya  dapat  menjaga  diri  dan  mempertahankan

                  situasi  kondusif  yang  telah  tercipta  dalam  dirinya.  Fungsi  ini
                  memfasilitasi  konseli  agar  terhindar  dari  kondisi-kondisi  yang  akan

                  menyebabkan  penurunan  produktivitas  diri.  Pelaksanaan  fungsi  ini

                  diwujudkan  melalui  program-program  yang  menarik,  rekreatif  dan
                  fakultatif  (pilihan)  sesuai  dengan  minat  konseli  (Sudrajat,  2008).


                  C. Prinsip  Bimbingan  dan Konseling

                     Terdapat  beberapa  prinsip  dasar  yang  dipandang  sebagai  pondasi

                  atau  landasan  bagi  pelayanan  bimbingan  dan  konseling.  Prinsip-prinsip
                  ini  berasal  dari  konsep-konsep  filosofis  tentang  kemanusiaan  yang

                  menjadi  dasar  bagi  pemberian  pelayanan  bantuan  atau  bimbingan,  baik
                  di  Sekolah  maupun  di  luar  Sekolah.  Prinsip-prinsip  itu  (Sudrajat,  2008)

                  adalah:

                  1.  Bimbingan  dan  konseling  diperuntukkan  bagi  semua  konseli.
                  Prinsip  ini  berarti  bahwa  bimbingan  diberikan  kepada  semua  konseli

                  atau  konseli,  baik  yang  tidak  bermasalah  maupun  yang  bermasalah;
                  baik  pria  maupun  wanita;  baik  anak-anak,  remaja,  maupun  dewasa.

                  Dalam  hal  ini  pendekatan  yang  digunakan  lebih  bersifat  preventif  dan

                  pengembangan  dari  pada  penyembuhan  (kuratif);  dan  lebih  diutamakan
                  teknik  kelompok  dari pada perseorangan  (individual).

                  2.  Bimbingan  dan  konseling  sebagai  proses  individuasi.  Setiap
                  konseli  bersifat  unik  (berbeda  satu  sama  lainnya),  dan  melalui



                                                   20
   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32