Page 24 - Revitalisasi Fasilitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah
P. 24
suasana kehidupan yang tidak memberikan kebahagiaan bathiniah dan
berkembangnya rasa kehampaan. Dewasa ini sedang berkembang
kecenderungan untuk menata kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai
spiritual. Kondisi ini telah mendorong kecenderungan berkembangnya
bimbingan dan konseling yang berlandaskan spiritual atau religi.
Landasan yuridis-formal dari penyelenggaraan bimbingan dan
konseling di Indonesia berkaitan dengan berbagai peraturan dan
perundangan yang berlaku. Karena itu, konten dari layanan bimbingan
dan konseling juga harus memperhatikan fungsi, prinsip, asas, dan
tujuan bimbingan dan konseling. Bimbingan dan konseling sebagai
sebuah proses adalah bagian yang yang tak terhindarkan dalam
kehidupan manusia. Hanya manusia yang terbimbinglah yang akan
dapat menjalani hidup ini dengan baik. Tanpa proses bimbingan yang
berkelanjutan maka pada hakekatnya manusia itu sedang menuju
kehancurannya sendiri. Dalam melakukan bimbingan tersebut seorang
konselor harus mampu memahami dan menjalani proses itu dengan
memperhatikan beberapa hal seperti fungsi, prinsip, asas dan tujuan
dari bimbingan dan konseling.
B. Fungsi Bimbingan dan Konseling
Dalam proses bimbingan dan konseling, ada beberapa fungsi yang
dapat dipahami tentang bagaimana semestinya, antara lain:
1. Fungsi Pemahaman, yaitu fungsi bimbingan dan konseling
membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya
(potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma
agama). Berdasarkan pemahaman ini, konseli diharapkan mampu
17

