Page 19 - Revitalisasi Fasilitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah
P. 19
dan menentukan siapa sebenarnya diri manusia itu adan akan
menjadi apa manusia itu.
(i) Manusia pada hakikatnya positif, yang pada setiap saat dan dalam
suasana apapun, manusia berada dalam keadaan terbaik untuk
menjadi sadar dan berkemampuan untuk melakukan sesuatu.
Memahami hakikat manusia tersebut maka setiap upaya Bimbingan
dan Konseling diharapkan tidak menyimpang dari hakikat tentang
manusia itu sendiri. Seorang konselor dalam berinteraksi dengan
kliennya harus mampu melihat dan memperlakukan kliennya sebagai
sosok utuh manusia dengan berbagai dimensinya (Sudrajat, 2008)
2. Landasan Psikologis
Landasan psikologis merupakan landasan yang dapat memberikan
pemahaman bagi konselor tentang perilaku individu yang menjadi
sasaran layanan (peserta didik). Untuk kepentingan bimbingan dan
konseling, beberapa kajian psikologi yang perlu dikuasai oleh guru
pembimbing adalah tentang: (a) motif dan motivasi; (b) pembawaan
dan lingkungan, (c) perkembangan individu; (d) belajar; dan (e)
kepribadian (Sudrajat, 2008).
3. Landasan Sosial-Budaya
Landasan sosial-budaya merupakan landasan yang dapat
memberikan pemahaman kepada guru pembimbing tentang dimensi
kesosialan dan dimensi kebudayaan sebagai faktor yang mempengaruhi
terhadap perilaku individu. Seorang individu pada dasarnya merupakan
produk lingkungan sosial-budaya dimana ia hidup. Sejak lahirnya, ia
sudah dididik dan dibelajarkan untuk mengembangkan pola-pola
perilaku sejalan dengan tuntutan sosial-budaya yang ada di sekitarnya.
12

