Page 28 - Revitalisasi Fasilitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah
P. 28
bimbingan, konseli dibantu untuk memaksimalkan perkem-bangan
keunikannya tersebut. Prinsip ini juga berarti bahwa yang menjadi
fokus sasaran bantuan adalah konseli, meskipun pelayanan
bimbingannya menggunakan teknik kelompok.
3. Bimbingan menekankan hal yang positif. Dalam kenyataan masih
ada konseli yang memiliki persepsi yang negatif terhadap bimbingan,
karena bimbingan dipandang sebagai satu cara yang menekan aspirasi.
Sangat berbeda dengan pandangan tersebut, bimbingan sebenarnya
merupakan proses bantuan yang menekankan kekuatan dan kesuksesan,
karena bimbingan merupakan cara untuk membangun pandangan yang
positif terhadap diri sendiri, memberikan dorongan, dan peluang untuk
berkembang.
4. Bimbingan dan konseling merupakan usaha bersama. Bimbingan
bukan hanya tugas atau tanggung jawab guru pembimbing, tetapi juga
tugas guru-guru dan kepala sekolah sesuai dengan tugas dan peran
masing-masing. Mereka bekerja sebagai teamwork.
5. Pengambilan keputusan merupakan hal yang esensial dalam
bimbingan dan konseling. Bimbingan diarahkan untuk mem-bantu
konseli agar dapat melakukan pilihan dan mengambil keputusan.
Bimbingan mempunyai peranan untuk memberikan informasi dan
nasihat kepada konseli, yang itu semua sangat penting baginya dalam
mengambil keputusan. Kehidupan konseli diarahkan oleh tujuannya,
bimbingan memfasilitasi konseli untuk mempertimbangkan, menye-
suaikan diri, dan menyempurnakan tujuan melalui pengambilan kepu-
tusan yang tepat. Kemampuan membuat pilihan secara tepat bukan
kemampuan bawaan, tetapi kemampuan yang harus dikembangkan.
21

