Page 37 - Revitalisasi Fasilitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah
P. 37
3
Komponen Program Bimbingan Dan Konseling
A. Konsep Program Bimbingan dan Konseling
Pelayanan bimbingan di lembaga pendidikan formal terlaksana
dengan mengadakan sejumlah kegiatan bimbingan. Seluruh kegiatan itu
terselenggarakan dalam rangka suatu program bimbingan, yaitu suatu
rangkaian kegiatan bimbingan yang terencana, terorganisasi, dan
terkoordinasi selama periode waktu tertentu. Di dalam program
bimbingan dan konseling terdapat beberapa komponen, yang meliputi
susunan saluran formal untuk melayani para peserta didik, tenaga-
tenaga kependidikan yang lain, serta orang tua peserta didik.
Untuk menjangkau pelayanan bimbingan yang lebih luas dan
mampu mencapai tujuan, program bimbingan dan konseling hendaknya
disusun secara komprehensif. Gysberts & Henderson (2006)
mengemukakan definisi program Bimbingan dan Konseling
komprehensif sebagai berikut:
comprehensive guidance and counseling program as having a
common languge organizational framework with specific
configuration of planned, sequenced, and coordinated guidance and
counseling activities and service based on student, school, and
community needs an resources, designed to serve all student and
their parents or guardians in local school district.
Berdasarkan definisi di atas terdapat empat konsep penting, yaitu:
Pertama, program bimbingan dan konseling komprehensif merupakan
arah kerja (framework) bimbingan dan konseling di sekolah. Kedua,
30

