Page 40 - Revitalisasi Fasilitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah
P. 40
Istilah pelayanan dasar ini lebih populer dengan sebutan kurikulum
bimbingan (guidance curriculum). Tidak jauh berbeda dengan
pelayanan dasar, Bowers & Hatch menyebutkan bahwa kurikulum
bimbingan ini diharapkan dapat memfasilitasi peningkatan
pengetahuan, sikap, dan keterampilan tertentu dalam diri peserta didik
yang tepat dan sesuai dengan tahapan perkembangannya (Fathur
Rahman, t.t). Penggunaan instrumen asesmen perkembangan dan
kegiatan tatap muka terjadwal di kelas sangat diperlukan untuk
mendukung implementasi komponen ini. Asesmen kebutuhan
diperlukan untuk dijadikan landasan pengembangan pengalaman
terstruktur yang disebutkan.
Pelayanan dasar bertujuan untuk membantu semua konseli agar
memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat,
dan memperoleh keterampilan dasar hidupnya, atau dengan kata lain
membantu konseli agar mereka dapat mencapai tugas-tugas
perkembangannya. Secara rinci tujuan pelayanan ini dapat dirumuskan
sebagai upaya untuk membantu konseli agar: (a) memiliki pemahaman
tentang diri dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, sosial budaya
dan agama). (b) mampu mengembangkan keterampilan untuk
mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang
layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya. (c) mampu
menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya, dan (d) mampu
mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya
(Depdiknas, 2007)
Untuk mencapai tujuan tersebut, fokus perilaku yang dikembangkan
menyangkut aspek-aspek pribadi, sosial, belajar dan karir. Semua ini
berkaitan erat dengan upaya membantu konseli dalam mencapai tugas-
33

