Page 44 - Revitalisasi Fasilitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah
P. 44
(2) Pelayanan orientasi; Pelayanan ini merupakan suatu kegiatan yang
memungkinkan peserta didik dapat memahami dan menyesuaikan
diri dengan lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah, untuk
mempermudah atau memperlancar berperannya mereka di
lingkungan baru tersebut. Pelayanan orientasi ini biasanya
dilaksanakan pada awal program pelajaran baru. Materi pelayanan
orientasi di sekolah biasanya mencakup organisasi sekolah, staf dan
guru-guru, kurikulum, program bimbingan dan konseling, program
ekstrakurikuler, fasilitas atau sarana prasarana, dan tata tertib
sekolah.
(3) Pelayanan Informasi; Pemberian informasi tentang berbagai hal
yang dipandang bermanfaat bagi peserta didik. melalui komunikasi
langsung, maupun tidak langsung (melalui media cetak maupun
elektronik, seperti: buku, brosur, leaflet, majalah, dan internet).
(4) Bimbingan kelompok; Konselor memberikan pelayanan bimbingan
kepada peserta didik melalui kelompok-kelompok kecil (5 s.d. 10
orang). Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan
minat para peserta didik. Topik yang didiskusikan dalam bimbingan
kelompok ini, adalah masalah yang bersifat umum dan tidak rahasia,
seperti: cara-cara belajar yang efektif, kiat-kiat menghadapi ujian,
dan mengelola stress.
(5) Pelayanan Pengumpulan Data (Aplikasi Instrumentasi); merupakan
kegiatan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang pribadi
peserta didik, dan lingkungan peserta didik. Pengumpulan data ini
dapat dilakukan dengan berbagai instrumen, baik tes maupun non-
tes.
37

