Page 46 - Revitalisasi Fasilitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah
P. 46
Pelaksanaan layanan konseling di SMA, hendaknya ditekankan pada
konseling pendidikan, perencanaan dan penetapan karier peserta didik,
seperti pemilihan jurusan, metode belajar yang efektif dan efisien,
bantuan remedial dalam bentuk konseling pendidikan, pengembangan
aktivitas untuk perencanaan dan pengembangan karier.
Untuk mencapai keberhasilan dalam kegiatan konseling, konselor
diharapkan mampu bekerjasama dengan profesi bantuan lain seperti
psikiater, dan psikolog dalam meningkatkan kesehatan mental dan fisik
para peserta didik melalui konseling klinik. Untuk dapat melaksanakan
kegiatan Bimbingan dan Konseling tersebut, konselor sebaiknya
mempelajari, menerapkan dan berpengalaman luas dalam layanan
konseling dengan segenap seluk beluknya. Hal ini berarti bahwa
konselor dituntut untuk selalu meningkatkan profesionalitasnya agar
wawasan dan ketrampilan mereka sesuai dengan tuntutan
perkembangan yang terjadi dimasyarakat.
Selain konseling individual, konseling kelompok juga perlu
dilaksanakan di SMA agar pelayanan bimbingan dapat menjangkau
populasi peserta didik yang banyak. Konseling kelompok merupakan
upaya untuk membantu individu agar dapat menjalani
perkembangannya dengan lebih lancar, upaya itu bersifat preventif,
kuratif, dan promotif. Dengan kata lain konseling kelompok merupakan
suatu upaya pemberian bantuan kepada individu (konseli) yang
dilakukan dalam suasana kelompok, bersifat pencegahan dan
penyembuhan, serta bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam
berbagai spek perperkembangan dan pertumbuhannya (Rusmana,
2009). Fungsi-fungsi terapi itu diciptakan dan dikembangkan dalam
kelompok kecil melalui saling memperdulikan antara sesama anggota
39

