Page 43 - Revitalisasi Fasilitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah
P. 43
dan konseling di sekolah hendaknya ditekankan pada bimbingan belajar
dan bimbingan karier.
Penelitian oleh Morris (Mittendorff, et.al., 2012) menunjukkan
bahwa siswa dengan eksplorasi karir tinggi keterampilan lebih mungkin
untuk membuat transisi dalam pasar tenaga kerja yang ditunjukkan
perkembangan dari siswa dengan kemampuan eksplorasi karir yang
lebih rendah. Mittendorff menyebutkan bahwa wawancara karir antara
guru dan siswa tampaknya menjadi penting, karena bimbingan individu
selama percakapan ini membantu siswa untuk aktif merefleksikan
proses pembelajaran mereka sendiri atau untuk membangun makna
tentang diri mereka sendiri dan karir masa depan mereka (Mittendorff,
et.al., 2012).
Dengan demikian layanan bimbingan karier bagi peserta didik
sangat diperlukan hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa banyak
peserta didik yang mengalami kesulitan mengambil keputusan karier
akibat perkembangan teknologi yang mempengaruhi seluruh aspek
kehidupan manusia sehingga untuk memasuki lapangan kerja
dibutuhkan tingkat profesional yang tinggi dan kompetisi yang ketat.
Layanan-layanan tersebut di atas ditujukan kepada seluruh peserta
didik, dan dapat menggunakan strategi klasikal dan dinamika kelompok
atau bimbingan kelompok. Sedangkan strategi pelaksanaan pelayanan
dasar Fathur Rahman, tanta tahun) dapat berupa:
(1) Bimbingan kelas; Program yang dirancang menuntut konselor untuk
melakukan kontak langsung dengan para peserta didik di kelas.
Secara terjadwal, konselor memberikan pelayanan bimbingan
kepada peserta didik. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa
diskusi kelas atau brain storming (curah pendapat).
36

