Page 48 - Revitalisasi Fasilitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah
P. 48
sangat terbuka, lembaga-lembaga kemasyarakatan, sekolah dan
keluarga juga sangat terbuka, arus informasi dan mobilitas penduduk
semakin deras, segala macam kebutuhan semakin meningkat baik jenis
maupun intensitasnya. Penelitian Danino dan Shechtman (2012)
menyebutkan bahwa konseling kelompok lebih efektif membina
individu dalam mengurangi stres daripada pertimbangan orang tua
memilih pengobatan praktis mengingat lebih efektif. Selain itu,
konseling kelompok muncul lebih efektif dalam hal efektivitas biaya.
Kedua, layanan konsultasi merupakan salah satu diantara misi yang
diemban oleh pusat layanan Bimbingan dan Konseling di SMA. Pada
umumnya, konsultasi dalam rangka program bimbingan adalah proses
pemberian asistensi profesional kepada guru, orang tua, pejabat
struktural, dan konselor lain, dengan tujuan mengidentifikasi dan
mengatasi permasalahan yang menimbulkan hambatan-hambatan dalam
komunikasi mereka dengan para siswa atau mengurangi keberhasilan
program pendidikan sekolah (Shertzer dan Stone, 1981). Konsultasi
diakui sebagai bentuk layanan bimbingan yang khusus, karena disadari
bahwa pelayanan langsung kepada peserta didik dalam keadaan tertentu
tidak selamanya membawa hasil yang diharapkan.
Konsultasi ialah proses interaksi antara dua pribadi yaitu konsultasi
yang profesional dan konsultasi yang minta bantuan konsultasi untuk
memperoleh pemecahan dalam masalah kerja yang menemui beberapa
kesulitan, dan daerah spesialisasi yang berwenang terhadap masalah
kerja yang menemui beberapa kesulitan dan daerah spesialisasi yang
berwenang terhadap masalah yang dihadapi sekarang.
Selanjutnya Caplan mengemukakan dua kategori pokok model
konsultasi. Pertama, konsultasi kasus yaitu konsultasi mengassesment,
41

