Page 49 - Revitalisasi Fasilitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah
P. 49
mendiskusikan, dan memberikan saran tentang kasus tertentu. Kedua,
konsultasi administrasi yaitu bertujuan untuk menguji aplikasi dan
rekomendasi yang telah dibuat untuk melihat perubahan yang
bermanfaat bagi fungsi organisasi (Shertzer dan Stone, 1981).
Fullmer dan Bernard (Shertzer dan Stone, 1981) merumuskan secara
singkat delapan tujuan konsultasi yaitu (a) untuk mengembangkan dan
menyempurnakan lingkungan belajar bagi peserta didik, orang tua dan
administrator sekolah, (b) menyempurnakan komunikasi dan
mengembangkan informasi diantara orang yang penting, (c) mengajak
bersama pribadi yang memiliki peranan dan fungsi yang bermacam-
macam untuk menyempurnakan lingkungan belajar, (d) memperluas
layanan pendidikan bagi guru dan administrator, (e) membantu orang
lain bagaimana belajar tentang perilaku, dan (g) menggerakkan
organisasi mandiri.
Ketiga, referal merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam
konseling. Referal adalah tidakan mengalihkan individu kepada orang
lain atau agen di dalam atau di luar sekolah. Mereka diperlukan karena
karena dapat memberikan bantuan khusus yang tidak dapat diperoleh di
sekolah atau dari konselor.
Di luar lembaga pendidikan, terdapat beberapa sumber referal yang
dapat membantu konselor menangani kasus konseli tertentu. Sumber-
sumber referal itu seperti lembaga-lembaga kesehatan mental, balai
latihan kerja, pusat-pusat penempatan kerja, pusat rehabilitasi sosial,
kelompok keagamaan, organisasi kepemudaan, pelayanan kesehatan
dan lembaga pemerintah. Oleh karena itu konselor diharapkan mampu
menjalin kerjasama dengan kelompok-kelompok yang ada
dimasyarakat yang dapat dijadikan sebagai sumber referal.
42

