Page 50 - Revitalisasi Fasilitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah
P. 50
Untuk memperoleh hasil referal yang efektif, perlu kecermatan
menentukan kebutuhan dan jenis layanan yang diperlukan, pemahaman
mengenai ahli yang dapat dijadikan sumber referal, keterampilan
membantu peserta didik dan keluarganya untuk menjadikan layanan
refera menjadi bermanfaat (Shertzer dan Stone, 1981). Ada empat
praktik dalam kegiatan referal yang hendaknya tidak dilakukan oleh
konselor, yaitu (a) konseli tidak diberi alternatif pilihan kepada ahli
siapa yang akan direferal, (b) konselor mereferal konseli kepada pihak
yang kemampuannya diragukan, (c) konselor membicarakan masalah
konseli kepada calon ahli yang menerima referal tanpa persetujuan
konseli, dan (d) konselor menyebutkan nama konseli kepada calon ahli
tempat referal. Butir-butir tersebut, mengisyaratkan hal-hal apa yang
seharusnya dilakukan oleh konselor dan hal-hal apa yang sebaiknya
konselor lakukan dalam melakukan referal. Hal ini penting karena
konselor merupakan jabatan profesional yang menuntut ketelitian dan
kecermatan dalam melakukan layanan serta menjunjung kode etik
profesi.
(3) Perencanaan individual
Perencanaan individual ialah program Bimbingan dan Konseling
untuk membantu peserta didik agar mampu merumuskan dan
melakukan aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan masa depan
berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya, serta
pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia
dilingkungannya. Perencanaan individual bertujuan untuk membantu
konseli agar : (a) memiliki pemahaman tentang diri dan lingkungannya,
(b) mampu merumuskan tujuan, perencanaan, atau pengelolaan
terhadap perkembangan dirinya, baik menyangkut aspek pribadi, sosial,
43

