Page 55 - Revitalisasi Fasilitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah
P. 55

pula.  Tidak  semua  individu  (siswa)  mampu  mengungkap  potensi
                  dirinya  seperti  kecakapan,  kemampuan,  bakat,  dan  potensi-potensi

                  lainnya.  Demikian  juga  tidak  semua  individu  mampu  mengungkap
                  berbagai  persoalan  yang  dihadapinya.  Kemampuan  pengungkapan  diri

                  tidak  serta  merta  timbul  pada  diri  seseorang,  melainkan  memerlukan

                  bantuan  orang  lain  atau  alat-alat  tertentu  seperti  melalui  tes  intelegensi,
                  tes  bakat,  minat,  alat  pengungkapan  ciri-ciri  kepribadian,  dan  lain

                  sebagainya,  dengan  perkataan  lain  melalui  pelayanan  Bimbingan  dan

                  Konseling.
                  (2)  Pengenalan lingkungan.

                     Individu  (siswa)  hidup  di  tengah-tengah  lingkungan.  Individu  tidak
                  hanya  dituntut  untuk  mengenal  dirinya  sendiri,  melainkan  juga  dituntut

                  untuk  mengenal  lingkungan.  Lingkungan  yang  kurang  menguntungkan
                  bagi  individu,  hendaknya  tidak  membuat  ia  putus  asa,  melainkan  ia

                  terima  secara  wajar  dan  berusaha  memperbaikinya.  Agar  dapat

                  mewujudkan  sikap  positif  terhadap  lingkungannya  atau  agar  individu
                  berperilaku  sesuai  dengan  tuntutan  lingkungannya,  individu  yang

                  bersangkutan  harus  diperkenalkan  dengan  lingkungannya.  Individu
                  (siswa)  yang  tidak  mengenal  lingkungan  sekolahnya  secara  baik,  maka

                  perilakunya  akan  bermasalah  seperti  pelanggaran  disiplin.  Upaya

                  memperkenalkan  individu  terhadap  lingkungannya  dapat  dilakukan
                  melalui  pelayanan  bimbingan  dan  konseling,  sehingga  terwujud  pribadi

                  yang  sehat,  dalam  arti  pribadi  yang  mampu  bersikap  positif  terhadap
                  dirinya  sendiri  dan lingkungannya.

                  (3)  Pengambilan  keputusan.

                     Setelah  potensi  individu  (siswa)  terungkap  dan  individu  yang
                  bersangkutan  mengenal  potensi  dirinya,  mengenal  masalah-masalah


                                                   48
   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60