Page 53 - Revitalisasi Fasilitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah
P. 53
secara berkelanjutan, yang secara tidak langsung memberikan bantuan
kepada konseli atau memfasilitasi kelancaran perkembangan konseli.
Sedangkan Gysbers dan Handerson (2006) menyebutkan bahwa
dukungan sistem, ditekankan pada kerjasama antara program
bimbingan dengan program pendidikan lain yang ada di SMA untuk
mencapai tujuan program bimbingan dan pendidikan. Lebih lanjut
dikatakan bahwa dukungan sistem membantu staf/personil bimbingan
dalam melaksanakan layanan dasar bimbingan, responsif, dan
perencanaan individual.
Dari pendapat di atas, dukungan sistem dapat digambarkan dua hal.
Pertama, mendukung ketiga komponen program Bimbingan dan
Konseling. Kedua, program yang mendukung dan memfasilitasi
pelaksanaan kelompok-kelompok bidang tertentu dari keseluruhan
program pendidikan.
C. Sasaran Program Pelayanan Bimbingan dan Konseling.
Secara umum sasaran dari program Bimbingan dan Konseling di
sekolah adalah mengembangkan apa yang terdapat pada setiap pribadi
individu yang secara optimal agar setiap individu bisa berguna bagi
dirinya sendiri, lingkungannya, dan masyarakat pada umumnya.
Hamrin dan Erickson menyebutkan bahwa bimbingan sebagai aspek
program pendidikan yang bersangkutan terutama untuk membantu
siswa yang disesuaikan dengan situasinya sekarang dan untuk
merencanakan masa depannya yang telah ditetapkan sesuai dengan
kemampuan dan kebutuhan sosialnya (Dogar, et.al. 2011). Lebih
khusus lagi sasaran pembinaan pribadi peserta didik melalui pelayanan
Bimbingan dan Konseling melalui tahap-tahap pengembangan
46

