Page 60 - Revitalisasi Fasilitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah
P. 60
1. Layanan Orientasi
Layanan orientasi merupakan layanan yang memungkinan peserta
didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah dan
obyek-obyek yang dipelajari, untuk mempermudah dan memperlancar
berperannya peserta didik dilingkungan yang baru itu, sekurang-
kurangnya diberikan dua kali dalam satutahun yaitu pada setiap awal
semester.
Layanan orientasi berupaya menjembatani kesenjangan antara
seseorang dengan suasana ataupun objek-objek baru. Layanan ini juga
secara langsung ataupun tidak langsung mengantarkan orang yang
dapat memasuki suasana ataupun objek baru agar ia dapat mengambil
manfaat berkenaan dengan situasi atau objek baru itu. Konselor
bertindak sebagai pembangun jembatan atau agen yang aktif
mengantarkan seseorang memasuki daerah baru.
Tujuan layanan orientasi adalah agar peserta didik dapat beradaptasi
dan menyesuaikan diri dengan lingkungan barusecara tepat dan
memadai, yang berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman. Materi
kegiatan layanan orientasi menyangkut:
a. Pengenalan lingkungan dan fasilitas sekolah
b. Peraturan dan hak-hak serta kewajiban siswa.
c. Organisasi dan wadah-wadah yang dapat membantu dan
meningkatkan hubungan sosial siswa.
d. Kurikulum dengan seluruh aspek-aspeknya.
e. Peranan kegiatan bimbingan karir.
f. Peranan pelayanan bimbingan dan konseling dalam membantu
segala jenis masalah dan kesulitan siswa,
53

