Page 64 - Revitalisasi Fasilitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah
P. 64
berkompeten dibidangnya misalnya guru pembimbing. Pelaksanaan
layanan tersebut dapat disertakan dengan teknik atau teknik yang
mendukung seperti diskusi kelompok, penugasan dan latihan terbatas,
survei lapangan; study kepustakaan, percobaan (termasuk kegiatan
laboratorium, bengkel, studio), dan latihan tindakan (dalam rangka
pengubahan tingkah laku).
Dalam beberapa kasus, teknik layanan penguasaan konten yang
dapat diberikan yaitu bermain peran. Penerapkan teknik bermain peran
ini untuk meningkatkan rasa percaya diri dan mampu meningkatkan
motivasi dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Salah satu teknik
yang menunjang keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar mengajar
adalah dengan bermain peran. Alasan digunakannya layanan
penguasaan konten ini karena sesuai dengan tujuan dari layanan
penguasaan konten itu sendiri yaitu tujuan umum agar terkuasainya
konten atau kompetensi tertentu serta menambah pemahaman,
mengarahkan sikap dan kebiasaan tertentu, memenuhi kebutuhan dan
mengatasi masalahnya, serta tujuan khusus memahami
konten/kompetensi yang diperlukan, konten yang dipelajari akan
mengarahkan individu kepada terhindarinya dari masalah, penguasaan
konten diarahkan untuk mengatasi masalah yang sedang dialami,
mengembangkan individu dan memelihara potensi yang dimilikinya,
Individu dapat membela diri terhadap ancaman atau pelanggaran
terhadap hak-haknya (Prayitno, 2004: 3-4).
6. Layanan Konseling Perorangan.
Layanan konseling perorangan merupakan layanan yang
memungkinanpeserta didik mendapatkan layanan langsung tatap muka
(secara perorangan) dengan guru pembimbing untuk membahas dan
57

