Page 87 - Revitalisasi Fasilitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah
P. 87
2. Intervensi nonfisik.
Revitalisasi sebuah kawasan akan terukur bila mampu menciptakan
lingkungan yang menarik (interesting), jadi bukan sekedar membuat
beautiful place. Kegiatan tersebut harus berdampak positif serta dapat
meningkatkan dinamika dan kehidupan sosial masyarakat/warga
(public realms). Kegiatan perancangan dan pembangunan gedung atau
ruang harus mampu menciptakan lingkungan sosial yang berjati diri
(place making) yang selanjutnya perlu didukung oleh suatu
pengembangan institusi yang baik. Disamping itu harus berdampak
positif serta dapat meningkatkan dinamika dan kehidupan sosial
masyarakat/warga (public realms).
Revitalisasi berupa non fisik dalam rangka pemberian layanan
bimbingan dan konseling, diharapkan mampu mendorong guru bk
(konselor) untuk berinovasi dan berkreasi dalam usaha pengembangan
program pelayanan bimbingan dan konseling, sehingga mampu
memberikan kenyamanan dan keamanan diri siswa, dan siswapun
diharapkan mampu memiliki sikap untuk mengembangkan diri sesuai
dengan bakat dan minatnya. Sesuai dengan tujuan pelayanan
Bimbingan dan Konseling yang diberikan kepada siswa (klien) yang
secara khusus diarahkan untuk membantu siswa agar berkembang
menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, kreatif, produktif
dan berperilaku jujur, sehingga siswa benar benar dapat berkembang
lebih optimal.
Dengan demikian revitalisasi sebagai rangkaian dalam upaya untuk
menata kembali suatu kondisi bangunan yang memiliki potensi dan
nilai strategis dengan mengembalikan vitalitas suatu ruangan yang
letaknya strategis, sehingga mendapatkan nilai tambah yang optimal
80

