Page 82 - Revitalisasi Fasilitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah
P. 82
6
Konsep Revitalisasi Fasilitas Bimbingan Dan
Konseling
A. Pengertian Revitalisasi
Revitalisasi secara harafiah berarti kegiatan untuk menyadarkan,
menyegarkan kembali, menghidupkan kembali, atau membangkitkan
kembali (Echols dan Shadily: 1992), dan secara terminologis bermakna
sebagai “bringing again into activity and prominence”
(http://www.answers.com/topic/ revitalization) yang berarti untuk
membawa kembali kepada aktivitas dan keunggulan subyek.
Danisworo (2002) menyebutkan bahwa revitalsasi adalah upaya untuk
memvitalkan kembali suatu hal yang dulunya pernah vital/hidup, akan tetapi
kemudian mengalami kemunduran/degradasi. Gouillart dan Kelly (1995)
mendefinisikan revitalisasi sebagai upaya mendorong pertumbuhan dengan
mengaitkan organisasi kepada lingkungannya”. Sedangkan Asbhy (1999)
mengartikan revitalisasi adalah mencakup perubahan yang dilaksanakan
secara Quantum Leap, yaitu lompatan besar yang tidak hanya mencakup
perubahan bertahap atau incremental, melainkan langsung menuju sasaran
yang jauh berbeda dengan kondisi awal organisasi”.
Sementara itu dalam kamus besar Bahasa Indonesia, revitalisasi adalah
suatu proses atau cara dan perbuatan untuk menghidupkan kembali
suatu hal yang sebelumnya terberdaya sehingga revitalisasi berarti
menjadikan sesuatu atau perbuatan untuk menjadi vital, sedangkan kata
vital mempunyai arti sangat penting atau sangat diperlukan sekali untuk
kehidupan dan sebagainya. Pengertian melalui bahasa lainnya
revitalisasi bisa berarti proses, cara, dan atau perbuatan untuk
menghidupkan atau menggiatkan kembali berbagai program kegiatan
75

