Page 81 - Revitalisasi Fasilitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah
P. 81
4. Kepedulian Kepala Sekolah dianggap kurang terhadap pentingnya
pengadaan ruangan bimbingan dan konseling yang nyaman baik
bagi siswa maupun Guru BK.
5. Kurangnya publikasi mengenai bimbingan dan konseling, baik
didalam maupun diluar sekolah.
6. Belum adanya kesepahaman dari berbagai pihak akan pentingnya
pengadaan sarana dan prasarana yang memenuhi standar bagi
bimbingan dan konseling disekolah.
7. Masih terdapat isu-isu yang berkembang bahwa bimbingan
konseling tidaklah penting disekolah
8. Kurangnya inisiatif dan kreatifitas konselor untuk pengadaan sarana
di dalam ruangan bimbingan konseling.
Padahal ketersediaan sarana dan fasilitas menjadi hal yang penting,
dengan lengkapnya berbagai sarana dan prasaran yang memadai sesuai
dengan standar yang berlaku, dimaksudkan untuk memberikan
kenyamanan dan keamanan siswa atu klien itu sendiri. Sesuai dengan
tujuan pelayanan Bimbingan dan Konseling yang diberikan kepada
siswa (klien) yang secara khusus diarahkan untuk membantu siswa agar
berkembang menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, kreatif,
produktif dan berperilaku jujur, sehingga siswa benar benar dapat
berkembang lebih optimal. Pelayanan tersebut diantaranya: layanan
orientasi, layanan informasi, layanan pembelajaran, layanan
penempatan, layanan penguasaan konten, layanan konseling individual,
layanan konseling kelompok, layanan bimbingan kelompok, layanan
mediasi, dan layanan konsultasi.
------ooo0ooo-----
74

