Page 77 - Revitalisasi Fasilitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah
P. 77

gudang  yang  tidak  terpakailah  yang  kemudian  disulap  menjadi  ruangan
                  BK  tanpa  memperhatikan  lagi  standar  ruang  BK  yang  seharusnya

                  (Riyadi,  Tanpa Tahun).
                     Pernyaataan  tersebut  di  atas,  sesungguhnya  tidak  asing  bila  dilihat

                  kenyataannya  yang  terjadi  dilapangan  (di  sekolah-sekolah  atau

                  madrasah),  bahkan  hampir  di  semua  tingkatan  atau  jenjang  pendidikan
                  dari  tingkat  Sekolah  Dasar  (SD)  maupun  Madrasah  Ibtidaiyah  (MI)

                  sampai  ke  Perguruan  Tinggi  baik  secara  lokal,  regional  maupun

                  nasional.  Bahkan  keberadaan  ruang  bimbingan  dan  konseling  sebagai
                  salah  satu  fasilitas  yang  mendukung  pelaksanaan  kinerja  dan  program

                  bimbingan  dan konseling  dianggap  belum  memadai.
                     Padahal  didalam  kegiatan  bimbingan  dan  konseling  terdapat

                  berbagai  jenis  layanan  sebagai  wujud  nyata  penyelenggaraan  pelayanan
                  bimbingan  dan  konseling  terhadap  sasaran  layanan  yaitu  peserta  didik.

                  Kegiatan  layanan  bimbingan  dan  konseling  sasaranya  adalah  untuk

                  mengentaskan  segala  permasalahan  ataupun  kepentingan  tertentu  yang
                  dirasakan  oleh  peserta  didik  tersebut,  sehingga  merupakan  layanan

                  bimbingan  dan  konseling  yang  mampu  mengemban  fungsi  tertentu  dan
                  pemenuhan  fungsi  tersebut  sesuai  harapan  yang  benar-benar  dapat

                  dirasakan  oleh  peserta didik  sebagai  sasaran dari layanan  tersebut.

                     Berdasarkan  beberapa  hasil  penelitian,  antara  lain:    penelitian
                  Fatchurahman  dan  Solikin  (2018)  bahwa  untuk  fasilitas  pelayanan

                  bimbingan  dan  konseling  baik  sarana  dan  prasarana  pada  sekolah
                  menengah  atas  di  Kota  Palangka  Raya  belum  memadai  atau  tidak

                  sesuai  dengan  standar  yang  telah  ditetapkan.  Ningsih  (2014)  dalam

                  penelitiannya  tentang  motivasi  siswa  dalam  memanfaatkan  layanan
                  bimbingan    dan    konseling   di   SMPN       40    Muaro     Jambi


                                                   70
   72   73   74   75   76   77   78   79   80   81   82