Page 75 - Revitalisasi Fasilitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah
P. 75
(2) Prinsip yang berkenaan dengan permasalahan individu; bahwa
bimbingan dan konseling berhubungan dengan pengaruh kondisi
mental atau fisik individu terhadap penyesuaian dirinya dirumah
maupun disekolah, dan yang menjadi faktor timbulnya masalah pada
individu adalah kesenjangan sosial, ekonomi dan kebudayaan.
(3) Prinsip yang berkenaan dengan program pelayanan: (a)
Bimbingan dan konseling merupakan bagian integral dari upaya
pendidikan dan pengembangan individu; (b) Program bimbingan dan
konseling harus fleksibel disesuaikan dengan kebutuhan individu,
masyarakat dan kondisi lembaga serta disusun secara berkelanjutan dari
jenjang pendidikan terendah sampai tertinggi.
(4) Prinsip yang berkenaan dengan tujuan pelaksanaan pelayanan:
(a) Bimbingan dan konseling harus diarahkan untuk mengembangkan
individu sehingga keputusan yang diambil dan akan dilakukan oleh
individu hendaknya atas kemauan individu itu sendiri. (b)
Permasalahan individu harus ditangani oleh tenaga ahli dalam bidang
yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi.
(5) Prinsip bimbingan dan konseling disekolah menegaskan bahwa
penegakan terhadap pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah
hanya dilakukan oleh konselor profesional yang sadar akan profesinya,
mampu menerjemahkan ke dalam program dan hubungan dengan
sejawat dan personal sekolah lainnya, memiliki komitmen dan
keterampilan untuk membantu peserta didiknya, dan mampu bekerja
sama serta membina hubungan yang harmonis dan dinamis dengan
kepala sekolah.
------ooo0ooo-----
68

