Page 72 - Revitalisasi Fasilitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah
P. 72
Prinsip-prinsip bimbingan dan konseling dapat berkaitan dengan
pelaksanaan layanan bimbingan, yaitu:
Pertama, prinsip-prinsip pelaksanaan program bimbingan. Menurut
Van Hoose (Prayitno, 2002) menyebutkan terdapat lima prinsip yang
berkaitan dengan pelaksanaan bimbingan dan konseling, yaitu (1)
bimbingan berdasarkan pada keyakinan bahwa dalam diri individu
terkandung kebaikan-kebaikan, setiap pribadi mempunyai potensi, dan
pendidikan hendaklah membantu mengembangkan potensinya itu, (2)
bimbingan didasarkan pada ide bahwa setiap anak adalah unik yang
berbeda dengan yang lain, (3) bimbingan merupakan bantuan kepada
anak-anak dan pemuda dalam pertumbuhan dan perkembangan mereka
menjadi pribadi-pribadi yang sehat, (4) bimbingan adalah pelayanan
unik yang dilaksanakan oleh ahli yang telah mengikuti latihan khusus,
dan untuk melaksanakan layanan bimbingan diperlukan minat pribadi
khusus pula.
Kemudian Shertzer & Stone (1981) mengemukakan enam prinsip
bimbingan yang berfungsi sebagai parameter pelaksanaan bimbingan
dan konseling, menggambarkan model operasional, dan menjelaskan
asumsi-asumsi filosofisnya. Keenam prinsip tersebut, yaitu (1)
bimbingan sangat utama bila difokuskan pada perkembangan individu,
(2) model utama pelaksanaan bimbingan ditentukan oleh proses
perilaku individu, (3) bimbingan diorientasikan pada kerjasama, bukan
paksaan, (4) manusia memiliki kemampuan yang berkembang, (5)
bimbingan didasarkan pada pengenalan harga diri dan nilai individu,
serta hak mereka untuk memilih, dan (6) bimbingan bersifat
berkelanjutan, urut dan proses pendidikan.
65

