Page 74 - Revitalisasi Fasilitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah
P. 74

bimbingan      membantu  semua  peserta  didik  dalam  mengembangkan
                  pribadi,  sosial,  karier  dan  pendidikan,  (5)  program  bimbingan

                  menyediakan  layanan  konsultasi  dan  koordinasi  bagi  para  guru,  orang
                  tua  peserta  didik,  dan  staf  andiministrasi,  (6)  program  bimbingan

                  mengembangkan  layanan  preventif  dan  remedial  bagi  peserta  didik,  dan

                  (7)  program  bimbingan  ada  dua  macam,  yaitu  sebagai  komponen
                  integral   dan   komponen   independen    dari  keseluruhan  program

                  pendidikan  di sekolah.

                     Dari  rumusan  prinsip-prinsip  pengembangan  program  Bimbingan
                  dan  Konseling  oleh  Gysbers  dan  Haderson  di  atas,  maka  dalam  rangka

                  penyusunan    dan   pengembangan     program    BK     Sekolah   yang
                  komprehensif  perlu  diperhatikan  dua  langkah  besar  yang  menjadi

                  dasar  kerja,  yaitu:  a)  pemetaan  kebutuhan,  masalah,  dan  konteks
                  layanan;  dan  b)  desain  program  yang  sesuai  dengan  kebutuhan,

                  masalah,  dan konteks layanan  (Rahman,  2008).

                     Dari  beberapa  prinsip  pelaksanaan  pelayanan  bimbingan  dan
                  konseling  sebagaimana  telah  dikemukakan  di  atas  disimpulkan  sebagai

                  berikut:
                  (1)  Prinsip  yang  berkenaan  dengan  sasaran  layanan:  (a)  Bimbingan

                  dan  konseling  melayani  semua  individu  tanpa  memandang  umur  jenis

                  kelamin,  suku,  agama  dan  status  sosial  ekonomi.  (b)  Bimbingan  dan
                  konseling  berurusan  dengan  pribadi  dan  tingkah  laku  individu  dan

                  memperhatikan    berbagai   aspek    perkembangan     individu,   serta
                  memberikan  perhatian  utama  kepada  perbedaan  invidual  yang  menjadi

                  orientasi  pokok pelayanan.






                                                   67
   69   70   71   72   73   74   75   76   77   78   79